DOMPU – Sejumlah sekolah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai menerapkan Kurikulum Merdeka secara penuh pada tahun ajaran 2025/2026. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dompu, Drs. Ahmad Mujahid, mengatakan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka menjadi momentum penting dalam membentuk karakter pelajar yang kreatif, mandiri, dan kritis.
“Kurikulum Merdeka memberikan ruang kebebasan belajar kepada siswa sekaligus mendorong guru menjadi fasilitator pembelajaran yang menyenangkan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan, Jumat (4/4).
Menurut data yang diterima Dompukini.com, lebih dari 75 persen sekolah tingkat SD hingga SMA di Dompu telah siap menjalankan kurikulum baru ini. Sosialisasi dan pelatihan guru pun telah dilakukan sejak akhir 2024 lalu.
Salah satu guru SDN di Kecamatan Woja, Ibu Siti Rohmah, S.Pd, menyambut baik penerapan ini. Ia mengaku metode pembelajaran yang digunakan menjadi lebih fleksibel dan mengakomodasi minat siswa.
“Anak-anak jadi lebih aktif dan semangat karena mereka merasa dilibatkan. Tidak hanya duduk mendengarkan, tapi juga praktik langsung dan berdiskusi,” katanya.
Masyarakat dan orang tua siswa pun diimbau untuk turut serta mendukung transformasi pendidikan ini agar proses belajar mengajar bisa berjalan optimal. cargo jakarta kupang







