Dompu – Tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Polres Dompu melaksanakan rapat koordinasi internal yang berlangsung di Ruang Lobi Mapolres Dompu, Selasa (21/04/2025). Rapat ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Dompu.
Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Ketahanan Pangan, Dr. Ir. Yudi Sastro, SP, MP, bersama Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., dengan dihadiri oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, Ketua DPRD Ir. Muttakun, Kajari Dompu Burhanudin, SH, Sekda Gatot Gunawan, perwakilan TNI dari Kodim 1614 Dompu, serta jajaran Bulog dan pelaku usaha sektor pangan.
Dalam sambutannya, Dirjen Ketahanan Pangan menekankan bahwa keberhasilan program pangan nasional tidak lepas dari peran aktif aparat keamanan, khususnya Satgas Pangan yang melibatkan unsur POLRI dan TNI. “Satgas Pangan adalah ujung tombak dalam memastikan rantai pasok berjalan baik, produksi terlindungi, dan distribusi lancar. Kegiatan di Dompu ini adalah contoh konkret komitmen daerah dalam mendukung strategi ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Kapolres Dompu menyambut arahan tersebut dengan komitmen penuh, menegaskan bahwa Polres Dompu siap mengawal semua kebijakan dan program strategis ketahanan pangan. “Kami tidak hanya menjaga stabilitas kamtibmas, tapi juga hadir dalam setiap proses yang menjamin kesejahteraan masyarakat, termasuk para petani dan pelaku usaha pangan,” ujar AKBP Sodikin.
Dalam rapat tersebut ada beberapa poin penting yang dihasilkan iantaranya
Penguatan peran Satgas Pangan POLRI dan TNI sebagai pengawas distribusi dan pelindung hasil produksi petani.
Pelaksanaan pengawasan dan inspeksi lapangan secara berkala untuk menjaga kelancaran sistem pangan lokal.
Edukasi terpadu bagi petani dan pelaku usaha terkait praktik pertanian berkelanjutan dan manajemen hasil panen.
Koordinasi rutin antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum dalam menghadapi tantangan, Polres Dompu menegaskan perannya sebagai motor penggerak ketahanan pangan lokal yang sejalan dengan kebijakan nasional.(Kis)






